Halaman

Jumat, 25 Mei 2012

Everyone Has Their Own Reason - Chapter One


Disclaimer:
- Suzanne Collins untuk kisah The Hunger Games-nya yang luar biasa.
- IndoCapitol yang telah menampung Zinnia beserta keluarganya.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

“Kau baik-baik saja, Daddy?”

Kedua safirnya memandangi seorang pria yang adalah ayah kandungnya dengan cemas. Usianya sebelas tahun saat itu. Tahun terakhirnya untuk merasa lega karena hari pemungutan tidak akan mengusiknya. Namun juga berarti pelatihan yang dijalaninya menjadi semakin intensif dan semakin melelahkan; terutama pelatihan yang diberikan Levin Lore—sang ayah—padanya. Gadis kecil itu berlari menghampiri sang ayah, berlutut di sampingnya. Levin Lore terbatuk-batuk sambil menutup mulutnya dengan tangan. Tak lama, darah mengucur dari sela jari-jari pria itu, menetes-netes ke atas rumput hijau yang tumbuh lebat di halaman belakang rumah mereka.

“Daddy! Kau kenapa?!” jerit Zinnia ketakutan. Tangan kecilnya refleks mengulurkan tangan untuk menadahkan darah yang mengucur dari mulut ayahnya. “Daddy....”