Halaman

Tampilkan postingan dengan label yukiuniverse. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yukiuniverse. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Januari 2020

Bintang

Day 14 of A Drabble A Day Challenge



"Wah, aku belum pernah melihat bintang sebanyak ini di langit!" seruku kagum.

Aku tengah berbaring di atas rumput di samping orang yang paling kucintai di muka bumi. Dari sudut mataku kulihat dia mengangkat kedua tangannya seakan hendak meraih langit. Aku menirunya.

"Kita jadi kecil banget kan rasanya?" ujarnya. "Kalau di kota kita nggak bisa melihat bintang seperti ini karena terlalu banyak cahaya lampu."

Aku mengangguk. "Indah banget. Makasih udah ngajak aku ke sini," kataku seraya menoleh menatapnya. Aku bisa melihat bulu mata panjangnya yang lentik dari jarak sedekat ini, bentuk hidungnya yang membulat di ujungnya, juga bibirnya yang gemuk. Bibir itu tersenyum ketika dia menoleh ke arahku hingga sepasang mata bulatnya tampak menyipit.

Tangannya bergerak naik ke tanganku, jemarinya perlahan menggenggam tanganku. Untuk beberapa saat kami berdua terdiam, kembali menatap ke langit. Hanya suara embus napas kami yang terdengar. Begitu damai. Begitu menenangkan.

"Menikahlah denganku," bisiknya tiba-tiba sambil meremas tanganku. "Aku mencintaimu. Aku ingin hidup bersamamu sampai akhir hayatku."

Aku memiringkan tubuhku, dia pun mengikutiku. Kami saling berhadapan.

"Aku juga mencintaimu," balasku seraya meletakkan telapak tanganku di pipinya. "Aku juga ingin terus bersamamu."

Di bawah tatapan bintang-bintang, dia menciumku.

Aku balas menciumnya.

Selasa, 07 Januari 2020

Taruhan

Day 7 of A Drabble A Day Challenge



"Sudah dibeli semua kan yang ada di daftar?" tanya Minhyuk sambil membaca daftar belanja di tangannya.

"Iya. Sudah semuanya," jawabku mengacungkan jempol. "Semua kebutuhan Honey sudah kuambil. Sekarang tinggal bayar lalu balik ke apartemen."

"Kira-kira perlu beli makan malam sekalian nggak ya?" Pemuda itu melirik jam tangannya.

"Suruh Hyungwon pesan-antar aja. Dia udah di apartemen Jooheon kan?"

"Iya juga," Minhyuk terkekeh, "Kamu mau makan apa? Ayam? Ramen?"

"Ayam boleh juga. Aku mau yang saos pedas."

Kami sudah mengantre di kasir. Antreannya tidak terlalu panjang, dalam dua menit si kasir sudah mulai menghitung belanjaan kami. Sambil berjalan keluar dari mini market, Minhyuk menelepon Hyungwon lalu mendecak.

"Nggak diangkat telponnya."

"Lagi di kamar mandi kali."

"Honey juga nggak angkat telepon."

"Ya udah nanti aja baru pesan makanannya kalau udah di apartemen."

Sepuluh menit kemudian kami sudah sampai. Begitu kami masuk, apartemen sepi sekali. Hanya ada suara televisi menyala di ruang duduk tapi tidak ada yang menonton. Aku dan Minhyuk langsung ke dapur, meletakkan belanjaan.

"Aku bertaruh mereka pasti tidur," kataku.

"Aku bertaruh mereka lagi seru main game jadi nggak dengar kita pulang," kata Minhyuk.

"Yang kalah nyuci piring seminggu ya."

"Siapa takut."

Kami pun segera menuju ke kamar Jooheon, membuka pintunya perlahan.

Aku pun langsung tersenyum lebar.




"Aku menang!" bisikku sambil mengacungkan tinju ke udara.

Plinplan

Day 6 of A Drabble A Day Challenge

"Katanya film ini bagus nih! Penuh aksi seru!"

"Aku mau nonton yang itu."

"Kalau itu aku belum nonton film pertamanya."

"Ya udah yang itu aja, katanya lucu banget."

"Ini aja deh. Aku jamin kamu suka."

"Kalian suit aja," potong Hyungwon malas, ekspresinya menjelaskan betapa bosannya dia mendengar perdebatanku dengan Minhyuk.

"Kalau kamu mau nonton yang mana, Bobo?" tanyaku pada Hyungwon, tentu saja berharap dia memilih film yang kumau.

"Mana aja nggak masalah," jawabnya.

"Kalau gitu nonton action deh biar Hyungwon nggak ngantuk," usul Minhyuk cepat sambil menggerak-gerakkan tangannya meniru master kungfu.

"Yang lucu aja biar happy," sahutku tidak mau kalah. Aku sedang tidak mood menonton film laga.

"Action."

"Komedi!"

"Action!"

"Mikkun ngalah kek!"

"Aku mau pulang," ujar Hyungwon datar lalu menguap.

Aku dan Minhyuk langsung terdiam menatap punggung Hyungwon yang mulai menjauh.

Pada akhirnya kami tidak jadi nonton.

-END-

Sabtu, 04 Januari 2020

Ngantuk



Aku menoleh saat mendengar suara Minhyuk menguap di sebelah kananku. Kepalanya tertunduk, matanya tertutup separuh, membuatnya jadi tampak semakin mirip dengan Hyungwon yang sudah terlelap dengan kepala bersandar di pundak kiriku.

"Kalau ngantuk, tidur aja," ujarku pelan sambil mengedikkan kepala ke pundak kananku. "Kalau sudah sampai nanti aku bangunin."

Kami bertiga sedang berada di dalam bus. Kira-kira masih tiga jam lagi hingga kami tiba di tujuan. Jarang sekali mereka berdua mendapatkan libur beberapa hari sekaligus, oleh karena itu kami memanfaatkannya untuk berlibur jauh dari keramaian kota. Jadwal pekerjaan mereka yang begitu padat membuat mereka sangat kelelahan. Aku bersyukur mereka tidak sampai jatuh sakit.

Minhyuk menatapku dengan mata nyaris terpejam, tersenyum hingga bibir tipisnya hanya tampak segaris, lalu meletakkan kepalanya di pundakku. Dia mengusapkan puncak kepalanya ke pipiku dengan manja.

Tidak lama kemudian dengkur pelan terdengar dan aku mendesah lega walau nanti pundakku pasti akan pegal luar biasa.

-END-

Kamis, 02 Januari 2020

Banjir

Drabble pertama tahun 2020. Yay!
Grogi sumpah. Udah sekitar lima tahun aku vakum nulis.
Akhirnya tahun ini aku menantang diriku sendiri untuk melawan rasa takutku dan mulai menulis lagi tanpa dibayang-bayangi keharusan menulis dengan bagus. Aku akan menulis apa yang aku mau, sesuka hatiku. Mudah-mudahan saja aku bisa menjalankan tantangan A Drabble A Day ini dengan lancar.

***