Laman

Minggu, 09 April 2017

Happy Ending


Jadi... dari manakah sesungguhnya kebisuan gadis itu bermula?

Sejak kapankah ia mulai merasa bila diabaikan adalah hukuman yang sepantasnya didapatkan?

Ah, ia ingat.

Hari itu, usianya genap lima tahun. Pada usia itulah ingatannya bermula. Agak lambat, mungkin. Selambat kemampuannya berbicara datang. Sedari pagi, ia menanti-nanti. Pergi ke sekolah dengan bersemangat, dan tidak sabar untuk kembali pulang. Bulan lalu, ketika Mina-nee berulangtahun, rumah dihiasi dengan balon aneka warna oleh ayah mereka. Ada pita-pita terpasang di dinding, dan sebuah kue berlapis krim dengan hiasan beruang berada di atas meja makan mereka. Suasananya sangat menyenangkan. Beberapa orang teman Mina-nee datang membawa kotak-kotak berisi hadiah. Walaupun wajah ayah mereka tetap muram seperti biasa, beliau tetap bertepuk tangan saat menyanyikan lagu ulang tahun untuk kakak perempuannya itu.

An Angel Meant For Me


***

Naito bilang saat aku berdiri di samping Kisa, aku terlihat seperti setan.

Tidak salah juga, sih. Aku memang dikenal sebagai cowok yang populer di kalangan perempuan, terutama mereka yang lebih tua. Hei, aku tidak sedang menyombong. Kenyataannya memang begitu. Banyak perempuan yang lebih tua dariku sengaja datang ke toko hewan peliharaan Izuka hanya untuk bertemu denganku. Banyak dari mereka yang memberikan nomor telepon, bahkan terang-terangan mengajakku kencan. Apakah aku harus menolak? Jelas tidak. Aku menikmati kehidupanku dengan mereka. Aku menyukai sentuhan-sentuhan intim seperti itu. Rasanya memabukkan, membuatku... hmm... kecanduan? Sama seperti rokok yang sampai detik ini tidak bisa kutinggalkan.

Intinya, aku bejat.

Dan Konoe Kisa adalah perempuan baik-baik.

Jumat, 17 April 2015

Pengakuan

“Jadi... kenapa tiba-tiba kau ada di Bournemouth?”

Suasana Pantai Bournemouth yang selalu ramai
Dia menoleh, menatapku dengan kening berkerut. Pasti itu karena wajahku yang jelas-jelas menunjukkan rasa tidak senang dengan kemunculannya yang tiba-tiba. Aku cepat-cepat mengalihkan pandanganku ke laut, fokus memandangi garis bercahaya yang membatasi laut dengan langit. Entah kenapa aku masih saja merasakan perasaan ini terhadapnya, bahkan setelah dua tahun berlalu. Dua tahun sejak dia menolak perasaanku secara tidak langsung.

Tapi kini dia ada di sini. Berjalan di sampingku, di atas pasir keemasan yang membentang di sepanjang pantai paling indah di Inggris itu.

“Aku sedang ada urusan di London,” ujarnya sembari menyugar rambut hitamnya, menahannya dari tiupan angin. Aku menahan napas. Efek yang ditimbulkan gerak-geriknya masih sama. “Ada pameran desain berskala internasional di sana. Memangnya di sini tidak ada gaungnya?”

“CG maksudmu? Mana mungkin tidak ada gaungnya,” kataku, berusaha terdengar biasa-biasa saja, walau sebenarnya aku gugup setengah mati. “Para mahasiswa di kampusku yang ikutan CG sudah mulai sibuk sejak dua bulan lalu. Rasanya hampir semua orang membicarakan ‘Creativity is GREAT sampai-sampai aku bosan.”

Kamis, 09 April 2015

A Midwinter Nightmares

Disclaimer:
  • Battle Royale RPF, para staff, dan semua murid-murid Midori Gakuen tanpa terkecuali
  • Koushun Takami dan universe Battle Royale-nya
  • Hwanhee sebagai visualisasi Iwasaki Kippei; Ayumi Hamasaki sebagai visualisasi Kudou Manami
  • Putri sebagai PM dari Yasuaki Jin, maaf ya kalau OOC.

***

***

"Kenapa berhenti?" tanyaku pada sopir bus yang sedang membawa aku dan murid-muridku pulang kembali ke Hakodate setelah karyawisata tiga hari dua malam yang menyenangkan. "Kita belum sampai, kan?"

"Ada pasukan militer yang menghadang di depan bus, Iwasaki-san," jawab sopir itu dengan ekspresi kebingungan.

Satu detik kemudian, suara pintu bus dibuka paksa memenuhi ruangan. Disusul dengan seorang pria berseragam militer dengan masker gas menutupi wajah membungkam mulut sopir itu dan melemparnya begitu saja keluar dari bus. Aku ternganga melihat pemandangan itu. Apa yang sedang terjadi di sini? Aku berusaha untuk tidak panik walau ingatan tentang kejadian yang serupa yang pernah terjadi sebelumnya membuatku waspada. Kupandangi murid-muridku yang sepertinya belum sadar akan apa yang terjadi. Banyak dari mereka yang tertidur kelelahan.

Sabtu, 06 Desember 2014

A Twist in My Story

Author's note:
Ini tulisan lama yang ditulis September 2010. Iya, 4 tahun lalu ketika saya masih belajar nulis dan merangkai cerita.
---------------------------------------------------------------------



Malam itu langit gelap bagaikan sapuan tinta hitam tak bercela. Bintang-bintang tak nampak berkelip di langit seolah-olah bersembunyi dan urung menunjukkan diri. Hanya bulatan sang purnama yang bercokol di langit bagaikan noda putih bercahaya membundar di hamparan kain hitam. Seorang pemuda, usianya berkisar 17 atau 18 tahun terbujur kaku di atas tanah berbatu yang tertutupi gundukan salju di pinggir danau kecil membeku dengan luka cabikan besar di area leher dan bahunya. Cabikan yang terlihat seperti perbuatan taring binatang buas. Dada pemuda itu masih bergerak, tanda kehidupan belum menguap pergi dari tubuhnya meski darah terus mengucur dari lukanya yang teramat parah. Samar-samar terdengar lolongan serigala dari kejauhan ketika tubuh malang itu ditemukan oleh penduduk sekitar.


***

Sabtu, 31 Agustus 2013

The Cupcake's Book

Cerpen ini diikutsertakan dalam lomba cerbul Kastil Fantasi bulan Agustus 2013.

♥♥♥



THE CUPCAKE'S BOOK
by Orinthia Lee

♥♥♥


"Lory! Lory! Buka jendelanya! Cepat!!"

Suara ketukan cepat dan keras di kaca jendela terdengar bersamaan dengan teriakan yang tergesa-gesa. Lory yang sedang berkutat dengan buku PRnya mendengus kesal karena gangguan tersebut. Ia sudah bilang bahwa ia paling tidak suka diganggu saat belajar. Tapi sahabatnyaKallesepertinya tidak bisa memahami apa artinya tidak suka diganggu. Cowok itu menganggap persahabatan mereka sejak kecil sama artinya dengan tidak ada privasi.

"Lory! Aku tahu kau ada di dalam!" Kalle memanggil lagi, ia semakin keras memukuli kaca jendela sampai-sampai Lory takut kaca jendelanya retak. "Ini penting! Darurat! Masalah hidup dan mati!"

Selasa, 20 Agustus 2013

Hopefully This Isn't the Last Song For You; From Him

Disclaimer:
- Koushun Takami
- Forum BRRPG
- PM Arai Nobu dan Arai Nobuko
- Chanyeol EXO sebagai visualisasi dari Arai Hiroki, Kiko Mizuhara sebagai visualisasi dari Sakuragawa Nobuko

Genre: fluff (?)

Udah lama nggak nulis pakai POV 2, tiba-tiba pengen lagi. Ini kalau dibilang FF agak kependekan, sih. Anggap aja ini curcol in chara... *plaaakk*


###



###

Barangkali kamu takkan pernah tahu seberapa besar arti kehadiranmu untuk dia.

Ada banyak sekali hal yang telah kamu ubah dalam dirinya. Terlalu banyak hingga dia tidak yakin mampu menyebutkannya satu demi satu di depanmu. Yang dia tahu, kamu telah memberinya kehangatan yang sebelumnya tidak pernah dia rasakan. Kamu seperti matahari dalam kehidupannya. Kamu seperti oasis yang memuaskan dahaganya. Kamu, kamu bahkan lebih adiktif daripada semua narkoba yang pernah ditelannya. Kamu menghadirkan perasaan baru di hatinya.

Tahukah kamu? Sadarkah?