Halaman

Tampilkan postingan dengan label romance. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label romance. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 Januari 2022

Dimples

 This is ridiculous.

Yiseong thinks to himself. He doesn't like the way his heart is behaving right now. Also, how his eyes can't stop staring, because he just saw Kwon Eunjae in front of him. Standing, by himself, right on the edge of The Great Lake.

This is ridiculous, but maybe this is his only chance. Eunjae is alone, he's only surrounded by the breeze and peaceful chirps or passing-by birds and whatnot—no one else on sight; not his Prefect partners, his study group members, nor a bunch of jocks-wanna-be first graders who trail him around like some detachable mini shadows.

Maybe, just maybe, he can grow a pair and try to talk to him this time.

So Yiseong gathers his courage and makes a step forward. Or maybe two. Now two becomes five and Yiseong is a little bit panicking because he suddenly forgets how to stop his feet from moving, and this is bad /bad/ because he never felt any slightest kind of panicky feeling before.

Before he regains his composure, the Gryffindor Prefect turns his head toward him. His shuffled heels must have made some noises on the dewy grass—but there is no going back now.


"Oh," Yiseong mutters, unable to school his face back to his nonchalant expression. "I—"

"Yiseong Hwang?"

He totaly did not expect the tall guy to know his name like that, but the immediate silence is deafening.


"Right?" A smile followed, a kind of curve that will be etched in his mind for 2 weeks long—because Yiseong can see his dimples now and he thinks that looks nice and he wants to see it everyday now.


-------------

Beautiful drabble about Hwang Yiseong and Kwon Eunjae written by Inazhni Risti.

Selasa, 07 Desember 2021

From Me To You

 


Prompt: Life is made of small moments like this.

Characters: JaySeong (Kwon Eunjae & Hwang Yiseong)

Ditulis sebagai hadiah dan ucapan syukur atas hari jadi JaySeong yang pertama pada tanggal 8 Desember 2021. Terima kasih karena telah memberitahuku seperti apa rasanya dicintai, dan bagaimana caranya mencintai.

 

 ***

           

            Dear Yiseong,

 

Apa kabarmu hari ini?

Saat kamu masih terlelap, aku sudah terbangun. Kuhabiskan waktu dengan berbaring miring di tempat tidur sambil mengamati wajah pulasmu yang merupa pangeran tanpa dosa. Sempurna pada setiap sudut dan lekuk seakan Tuhan menghabiskan lebih waktu hanya untuk menciptakan sosokmu. Kamu tampak begitu damai, hingga aku tak tega membangunkanmu meski aku sangat ingin mendaratkan kecup lembut pada ujung hidung mancungmu, juga pada bibirmu.

Profesi sebagai figur publik membuat hidup kita kerap diisi oleh momen-momen besar. Menyanyi dan menari di panggung, bertemu banyak orang pada acara jumpa penggemar, berhadapan dengan kamera, diwawancara aneka media, hingga menjadi nominasi penerima penghargaan musik di akhir tahun. Tiap langkah kita tidak pernah lepas dari lampu sorot tak kasatmata nyaris dua puluh empat jam penuh, setiap hari. Ucapan dan tindak tanduk kita diawasi begitu rupa, hingga cela setitik saja akan merusak siapa kita di mata orang-orang. Mereka ingin tahu segala hal tentang kita, sampai yang tidak penting sekalipun.

Bukan aku tidak bersyukur. Namun saat ini, pada momen kecil ini… saat hanya ada kita berdua, aku memahami bahwa dibandingkan momen-momen besar di mana nama kita dielukan, momen kecil seperti ini lah yang justru membentuk kehidupan kita menjadi sesuatu yang jauh lebih berarti.

Di momen-momen kecil ini, kamu adalah milikku seorang. Yiseong yang tidak mengenakan topeng tanpa cacat. Yiseong yang apa adanya dengan rambut berantakan setelah berjam-jam bergesekan dengan bantal, yang sesekali mengigau, yang terkadang tanpa sadar melelehkan liur di sudut bibir seperti anak kecil. Yiseong yang tanpa perlu banyak berusaha bisa membuat seorang Kwon Eunjae melengkungkan senyum karena ada percik bahagia yang meletup dalam hatinya.

Satu tahun bersamamu, aku merasakan cinta yang kupunya untukmu semakin besar dari hari ke hari. Sungguh, aku tak sabar menanti momen-momen kecil lainnya yang akan kubagi bersamamu di tahun-tahun mendatang.

 

 

With Love,


Jay


Sabtu, 18 Mei 2013

Bayang-Bayang: Sepenggal Kisah tentang Zeus dan Kayleigh

Cerpen ini diikutsertakan pada lomba cerbul KasFan bulan Mei 2013.
---



Lama aku berdiri di depan etalase cafe tempat kita berjanji untuk bertemu hari ini. Lewat dinding berbahan kaca itu aku bisa melihatmu duduk sendirian di meja yang terletak di sudut kafe dengan pencahayaan remang-remang bohlam kuning pada lampu gantung di atas kepalamu. Kau tengah memandang kosong permukaan kopi dalam cangkir yang kau genggam dengan kedua telapak tanganmu. Kau masih secantik dirimu setahun yang lalu—di hari terakhir perjumpaan kita. Rambut coklatmu yang bergelombang jatuh dengan gemulai membingkai wajahmu yang tirus. Kau kurusan.

Gurat-gurat lelah di wajahmu pun terlihat makin jelas ketika tanpa sadar kedua kakiku telah melangkah memasuki cafe dan membawaku berdiri di hadapanmu. Kau mendongakkan kepala menatapku, mengulaskan senyum lega yang selalu kau berikan padaku tiap kali kita bertemu. Senyum yang membuatku tahu bahwa keberadaanku kau butuhkan. Kau pun segera berdiri, memelukku erat-erat dan aku membalasnya lebih erat lagi.