Halaman

Tampilkan postingan dengan label Arai Hiroki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arai Hiroki. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Februari 2020

Pilihan

Kamu mendadak berhenti berjalan dan kepalamu mengarah ke etalase toko yang terang benderang di sisi kirimu. Matamu terarah pada satu benda di sana, pada sebuah boneka perempuan berambut hitam menggantung sebatas bahu. Boneka itu mengingatkanmu pada dia. 

Nobuko-mu.

Kamu tampak begitu gelisah saat menggigiti bibir bawahmu. Tangan kananmu merogoh ke dalam saku celana, menggenggam sedikit uang yang kamu simpan di dalamnya. Uang yang sebenarnya akan kamu pergunakan untuk membeli benda yang akan membuat tubuhmu tidak lagi kesakitan.

Kakimu melangkah masuk ke toko, menghampiri boneka perempuan itu dan memeriksa harganya. Barangkali tidak terlalu mahal, pikirmu. Barangkali masih akan ada sisa uang yang cukup untuk keperluanmu. Tetapi tidak, harga boneka itu hanya akan menyisakan sangat sedikit.

Embusan napas lolos dari bibir pucatmu. Frustrasi, kamu mengacak belakang rambutmu.

Kamu yakin Nobuko akan sangat gembira jika menerima boneka itu. Senyum lebar dan suara tawanya terngiang dalam benakmu, otomatis membuat bibirmu melengkung sebentuk senyum kecil.

Ah, apalah artinya mual dan gigil yang akan kamu alami nanti jika bisa melihat Nobuko bahagia sebagai gantinya?

"Saya beli ini," ujarmu pada pegawai toko yang sejak tadi mengamatimu dengan tampang tidak senang. "Tolong dibungkus dengan rapi."

Lalu kamu berjalan pulang. Rasa sakit yang sejak pagi mengganggumu kini terasa jauh. Kamu bahkan tak sadar telah berlari waktu sosok Nobuko tertangkap matamu.

Gadis itu menyadari kehadiranmu, menyambutmu dengan senyum ceria yang membuatmu jatuh cinta. Dia melambaikan tangannya penuh semangat dan langsung memelukmu begitu kau berada di hadapannya.

"Hiroki kenapa lari-lari sih?" tanyanya khawatir.

Kamu terengah-engah kehabisan napas. Tanpa berkata apa-apa kamu menyodorkan bungkusan berisi boneka itu kepadanya.

Kamu kelelahan tapi sepasang matamu yang biasanya tampak mati kini berbinar-binar menanti.

"Bukalah."

Selasa, 20 Agustus 2013

Hopefully This Isn't the Last Song For You; From Him

Disclaimer:
- Koushun Takami
- Forum BRRPG
- PM Arai Nobu dan Arai Nobuko
- Chanyeol EXO sebagai visualisasi dari Arai Hiroki, Kiko Mizuhara sebagai visualisasi dari Sakuragawa Nobuko

Genre: fluff (?)

Udah lama nggak nulis pakai POV 2, tiba-tiba pengen lagi. Ini kalau dibilang FF agak kependekan, sih. Anggap aja ini curcol in chara... *plaaakk*


###



###

Barangkali kamu takkan pernah tahu seberapa besar arti kehadiranmu untuk dia.

Ada banyak sekali hal yang telah kamu ubah dalam dirinya. Terlalu banyak hingga dia tidak yakin mampu menyebutkannya satu demi satu di depanmu. Yang dia tahu, kamu telah memberinya kehangatan yang sebelumnya tidak pernah dia rasakan. Kamu seperti matahari dalam kehidupannya. Kamu seperti oasis yang memuaskan dahaganya. Kamu, kamu bahkan lebih adiktif daripada semua narkoba yang pernah ditelannya. Kamu menghadirkan perasaan baru di hatinya.

Tahukah kamu? Sadarkah?

Senin, 17 Juni 2013

An Indelible Stain

An Indelible Stain
- the truth I'll never reveal -
---------------------------------------------

Disclaimer:
  • Koushun Takami and his amazing novel, Battle Royale
  • Forum Battle Royale RPG
  • Arai Nobu's puppet mistress
Ini adalah cerita tentang masa lalu Arai Hiroki, alasan kenapa ia menjadi seorang pecandu obat-obat terlarang.
---------------------------------------------


Malam Natal, kelas 2 SMP


Pintu rumahku tiba-tiba menjeblak terbuka tepat sebelum aku sempat mengulurkan tangan untuk meraih kenopnya. Aku melompat mundur, nyaris terkena bentur. Di balik pintu kulihat ayahku. Penampilannya berantakan. Jaket panjangnya sangat lusuh, belum dicuci berminggu-minggu sejak ia bertengkar dengan ibuku. Wajahnya merah padam, matanya tidak fokus, rambutnya acak-acakan, dan napasnya bau alkohol. Memuakkan. Ia bahkan tidak bisa berdiri tegak tanpa berpegangan pada daun pintu. Di tangan kirinya, ia memegang sebotol bir yang sisa separuh.